Senja telah tergantikan oleh sang kegelapan, namun hingga kini… peri bersayap tangi tak mau melepaskan memoarnya tentang pemuda bermata setenang telaga, yang ia jumpai tadi. Continue reading
20 Nov
Senja telah tergantikan oleh sang kegelapan, namun hingga kini… peri bersayap tangi tak mau melepaskan memoarnya tentang pemuda bermata setenang telaga, yang ia jumpai tadi. Continue reading
13 Nov
Hidup membuatku mengerti tentang makna sahabat… persahabatan adalah suatu proses untuk belajar menerima seseorang dengan tak mempermasalahkan latar belakangnya, entah dia dari keluarga pejabat, pembunuh, konglomerat ataupun dia dari keluarga miskin sekalipun. Persahabatan adalah proses untuk menerima seseorang dengan tak mempermasalahkan statusnya, baik dia seorang Odha, jomblo, Addict, terakreditasi, disamakan, pembohong, sudah kawin. Sahabatlah yang membuat kita belajar, apa itu tawa, tangis, bagaimana untuk berbagi baik suka maupun duka. Sahabat yang membuat aku mengeti, bila sebuah persahabatan, adalah sebuah proses pendewasaan yang mengajarkan kita untuk saling memaafkan. Sebesar apapun kesalahan dalam persahabatan, seorang sahabat pasti mau memaafkan.
“Untuk sahabat dalam imajiku”
5 Nov
tadi siang aku bertemu dengan seorang loper koran di perempatan matahari… Dia bukan pujangga, dia juga bukan orang terkenal, pejabat, ataupun konglomerat, yang dapat membuat seseorang terkagum padanya. Namun dia telah mencuri hatiku, untuk mengaguminya, sesuatu yang membuatku kagum adalah caranya menikmati dunia, panas bukan alasan untuknya tak lagi mencari sesuap nasi. Seterik apapun dia tetap tersenyum hangat menyapa tiap kendaraan yang lalu lalang di hadapannya.
sangat berbeda, ketika kemarin seseorang datang padaku, dan menceritakan keluhnya padaku… Menceritakan semua yang membuat dirinya tak mencintai hidupnya. Aku menangkap dua dunia yang sangat berbeda. Yang satu, si penjual koran yang tetap tersenyum walaupun matahari membakar kulitnya, dan yang satu, dia yang mendatangiku dan berkeluh padaku. Perbedaan itulah yang membuatku menyadari, tiap orang punya cara mereka untuk memaknai sebuah kehidupan. tak peduli dia seorang loper koran, ataupun seorang president sekalipun. yang terpenting adalah kita hidup di dunia untuk apa?
27 Oct
Entah hingga kapan dia menghantuiku…
Dia seakan Maya dalam pikiranku, mencabik-cabik hatiku dengan kenangannya…
aku jenuh…. namun aku tak bisa hilangkan dia dalam memoarku. Dia terlalu indah meracuniku
hingga cintaku sendiri tak kuhiraukan…
aku ingin dia mati dalam ingatanku, dan tak ada lagi tangisku di malam ini…
13 Oct
Aku harus bisa melupakannya…
Menghapusnya dari kenangan masa laluku
Aku tak boleh serapuh dulu, ketika aku masih mencintainya.
Tak kan
ada lagi cerita cinta tentangnya,
Tak kan
ada lagi bulir tangis untuknya… Continue reading
13 Oct
“Kaulah untuk semua kata yang ingin ku rangkaikan…
Dalam senyummu kau berikan sejuta makna untukku,
Kau memenuhi palungku dengan bayang-bayang kebijaksanaan dalam diammu.
Kaulah demi segala yang menyembahmu…
Memohon untuk selalu terjaga di hatiku…
Kaulah untuk segala yang memujamu…
Dengan lantunan-lantunan surgawi.
Berdiam menjaga sucinya hati
Yang tercipta dalam keagunganmu
Engkaulah wahai jiwa-jiwa suci sang malaikat
Yang tercipta berwujud engkau sang Jaya Nara…
Dan dengan kasihmu, kau tanamkan benih-benih kasih dalam batinku
Sempurnakanlah… Wahai engkau yang Maha Pengasih…
Dan musnahkanlah segala kebencian yang meracuni pemikirankku… yang menjadi nila dalam kesempurnaanmu,,,
Menghampaskannya bagai gelombang-gelombang yang hanyutkan raga ke negeri antah berantah.
Hingga kau menjadikannya dermaga keiklasan
Yang kau ajarkan dalam senandung-senandung surgamu…
Wahai engkau yang Maha Abadi…
Aku menyembahmu, dan ingin aku menjadi pelayanmu
Menyanyikan senandung dalam diamku
Jadikan aku, untuk selalu di jalanmu…
Hingga kebencianku menyatu dalam damaiku…
“OM NAMAH SIVAYA”
13 Oct
Tuhan…
Kau menyentuh hambamu dengan kasih…
Menjadikan hambamu untuk selalu menuju jalan sucimu…
Kau goreskan kisah-kisah dalam tiap lembaran
dengan tinta emas…
mengecup dengan kekuatan jiwa yang kau beri lewat pemikiran-pemikiran halus
kau tunjukkan jalan yang benar ketika kebimbangan menggeluti
dank au selalu teduhkan hati hambamu dengan senandung-senandung surgawimu…
Tuhan… disini hambamu bersimpuh dengan segala kasih yang kau beri.
..OM NAMAH SIVAYA..
13 Oct
Telah lama ku dayung rakitku menuju dermagamu,
Namun, di setiap desah yang mengalun memekakkan ragaku,
tak kudapati tanganmu mengulur menyentuh hatiku.
Kau diam dalam hening,
Dan memasung hatimu dengan kenangan masa lalumu…
Kau telah mencintai banyak orang, namun…
kau tak seutuhnya menjadi miliknya.
Aku lelah mendayung rakitku,
Karena aku tau, kau tak kan pernah berubah, sebelum hatimu mampu melukai hati yang melukaimu.
Wahai gadis, yang membutakanku dengan cintamu…
Aku ingin memilikimu,
Menjagamu di malam yang sunyi…
Memelukmu ketika kau menggigil.
Gadis…
Lupakan masa lalumu, dan sentuh aku dengan cintamu…
Karena aku begitu mencintaimu….
21 Sep
Wahai perempuanku…
Kau terlihat begitu anggun,
dengan gaun hitammu yang membalut lekukan-lekukan tubuhmu.
Kau terlihat begitu agung,
Dengan sentuhan jemarimu yang lembut mengenai hatiku…
Dan dibalik senyum itu,
Sang pengelana mampu menikmati getar-getar kecantikanmu
Kau tak lain adalah sebuah kata yang menari-nari di hati sang pengelana,
Hingga tak satupun dari mereka yang berkutik, ketika kau melangkah diantara kalbu.
Wahai perempuanku…
Kau laksana gelombang yang hempaskan rakitku ke tepian
Membawaku ke sebuah kata yang sakral, yaitu cinta,
Dan aku terbius oleh pesona cintamu
Wahai perempuanku…
Ijinkan aku mengecupmu, dalam sebuah ikatan.
Hingga suatu saat nanti, kau bukan hanya perempuanku…
Tapi kau adalah jiwaku…
Yang kucintai…
21 Sep
“Para remaja, jangan pernah mendiskriminasikan seseorang karena status HIVnya, karena bila seorang ODHA didiskriminasikan, itu yang membuatnya patah semangat menjalani hidup. Peluk mereka dengan cinta. Yang dibutuhkan seorang ODHA hanya cinta dan keiklasan menerimanya ada di sekitar kalian.” Continue reading