Archive for the ‘Sepenggal Kisahku’ Category

Sepenggal cerita tentang dia

akhirnya mom nikah juga…
Jangan lupain kita ya mom, kita pasti bakalan kangen banget sama ocehannya mom, kita pasti bakalan kangen waktu dipergoin telat, waktu ditauin mau ngabur dari jam pelajaran. Waktu mom marah-marah gag jelas tiap dimarahin kepsek, gara2 ulah kita, kita kangen waktu kita diajarin matematika tapi kita gag ngerti2. Kangen banget [...]

Continue reading »

“Sajak kepasrahan”

***
Aku menatap pantulanku di cermin usang itu, tampaknya kali ini kekalutan telah memasukiku hingga aku tak lagi temukan udara segar dalam pijakanku. Semua yang kuanggap benar semula, telah menjelma bagai hitam yang sudutkan aku dalam ketidakpastian. Aku melangkah pada titi yang salah, hingga aku terseret arus yang suluk di bawahnya.
kini segalanya telah lenyap, aku hanya [...]

Continue reading »

si loper tadi siang

tadi siang aku bertemu dengan seorang loper koran di perempatan matahari… Dia bukan pujangga, dia juga bukan orang terkenal, pejabat, ataupun konglomerat, yang dapat membuat seseorang terkagum padanya.  Namun dia telah mencuri hatiku, untuk mengaguminya, sesuatu yang membuatku kagum adalah caranya menikmati dunia, panas bukan alasan untuknya tak lagi mencari sesuap nasi. Seterik apapun dia [...]

Continue reading »

Sepeggal Kisahku…

Bagiku, usia sepuluh tahun terlalu cepat untuk menelan segala kepahitan hidup. Bertui-tubi dan aku terbawa arus menuju dermaga yang tak ku kenali, satu yang bisa ku lakukan, bertahan hidup dengan semua kepahitan yang ku jalani dan kenangan tentang mereka…

Continue reading »

Aku, Waria…

“Kau membuatku belajar tentang arti hidup, bahwa hidup tak hanya bertahan untuk mengisi perut saja, tapi bagaimana mencintai kehidupan bukan semata karna terpaksa untuk menjalaninya, bagaimana mencintai kehidupan karna ada ketulusan di hati ini. Dan saat kau pergi, aku tak akan menangisinya, tapi belajar untuk menerimanya.”

Continue reading »