“Jejak menapaki dan terlelap menuju ruangku…F”
Archive for the ‘sebuah Cerita’ Category
8 Jan
Ditempat ini, aku menatap lembayung yang melukiskan segala gundah yang tersimpan. Kuakui, hati ini terasa sangat sakit dengan semua yang terjadi. Aku hanya bisa menangis, memenuhi cawan kekecewaanku. Entahlah… aku tak tau, mungkinkah hatiku akan baik-baik saja…. kini aku mematung di sini, dan mengumpulkan mozaik-mozaikku yang rapuh oleh sang badai.
3 Jan
***
Kata orang, hidup bagaikan sebuah roda, berputar, dan kita tak pernah tau kapan kita berada di deretan teratas, dan kapan kita berada di deretan terbawah. Namun bagi seorang kakek berusia senja, hidupnya bukan hanya bagaikan sebuah roda, tapi hidupnya bergantung dengan bagaimana roda yang beliau kayung menelusuri jalan setapak dan membelah teriknya sang surya. Orang-orang [...]
24 Dec
Segores pena untuk asep
“Mungkin suatu hari nanti, aku melihatmu menjadi eksekutif muda, bukan tukang semir sepatu lagi…”
***
aku memahami sesuatu, ketika aku bertemu dengan seorang bocah, yang melantunkan senandung lara dalam pilunya kehidupannya, Dia seorang bocah yang berperawakan kumuh, dengan sendal jepit kebesaran yang tegopoh-gopoh memangku box kayu besar, dan di dalamnya terdapat peralatan untuk menyemir sepatu. aku [...]
25 Nov
“ibu… aku ingin menjadi temanmu… bukan anak yang tiap hari menjadi seorang yang kau diami tiap pagi, mari kita berubah untuk hari-hari yang lebih bahagia esok… aku sangt mencintaimu, dan aku ingin kaumenyadari itu…”




