Archive for the ‘Puisi’ Category

08.30pm

Entah hingga kapan dia menghantuiku…
Dia seakan Maya dalam pikiranku, mencabik-cabik hatiku dengan kenangannya…
aku jenuh…. namun aku tak bisa hilangkan dia dalam memoarku. Dia terlalu indah meracuniku
hingga cintaku sendiri tak kuhiraukan…
aku ingin dia mati dalam ingatanku, dan tak ada lagi tangisku di malam ini…

Continue reading »

11.34pm

Aku harus bisa melupakannya…
Menghapusnya dari kenangan masa laluku
Aku tak boleh serapuh dulu, ketika aku masih mencintainya.
Tak kan
ada lagi cerita cinta tentangnya,
Tak kan
ada lagi bulir tangis untuknya…

Continue reading »

..om siva…

“Kaulah untuk semua kata yang ingin ku rangkaikan…
Dalam senyummu kau berikan sejuta makna untukku,
Kau memenuhi palungku dengan bayang-bayang kebijaksanaan dalam diammu.
Kaulah demi segala yang menyembahmu…
Memohon untuk selalu terjaga di hatiku…
Kaulah untuk segala yang memujamu…
Dengan lantunan-lantunan surgawi.
Berdiam menjaga sucinya hati
Yang tercipta dalam keagunganmu
Engkaulah wahai jiwa-jiwa suci sang malaikat
Yang tercipta berwujud engkau sang Jaya Nara…
Dan dengan [...]

Continue reading »

Tuhanku…

Tuhan…
Kau menyentuh hambamu dengan kasih…
Menjadikan hambamu untuk selalu menuju jalan sucimu…
Kau goreskan kisah-kisah dalam tiap lembaran
dengan tinta emas…
mengecup dengan kekuatan jiwa yang kau beri lewat pemikiran-pemikiran halus
kau tunjukkan jalan yang benar ketika kebimbangan menggeluti
dank au selalu teduhkan hati hambamu dengan senandung-senandung surgawimu…
Tuhan… disini hambamu bersimpuh dengan segala kasih yang kau beri.
..OM NAMAH SIVAYA..

Continue reading »

Sang Gadis

Telah lama ku dayung rakitku menuju dermagamu,
Namun, di setiap desah yang mengalun memekakkan ragaku,
tak kudapati tanganmu mengulur menyentuh hatiku.
Kau diam dalam hening,
Dan memasung hatimu dengan kenangan masa lalumu…
Kau telah mencintai banyak orang, namun…
kau tak seutuhnya menjadi miliknya.
Aku lelah mendayung rakitku,
Karena aku tau, kau tak kan pernah berubah, sebelum hatimu mampu melukai hati [...]

Continue reading »

Ketika kasta Mengalahkanku…

Aku tersudut dalam ketidakwarasanku, mencintai dia yang telah menjadi milik orang lain, tanpa aku sadari, ketidakwarasankulah yang membuatku terjatuh terlalu dalam.

Continue reading »