Cerita tentang aku, tentang kau, tentang kita
Pagi masih mendung,
Arak-arakan awan hitam seolah berpesta menyambut pagi, pagi yang selalu punya cerita tentang aku, tentang kau, tentang kita, yang menunggu dan tak bersua. Sebab satu alasan, yakni sebuah rasa yang tak bisa dijelaskan. Aku masih terbaring dalam ranjang tak bertuan ini, mengumpulkan potongan-potongan mimpiku semalam. Bertanya-tanya, betulkah wajah itu, laki-laki langit senja yang sejak dulu kukurung dalam pikiranku. Laki-laki langit senja yang hingga kini membisu, tanpa memberiku alasan. Kukira berlari darinya adalah cara untukku memusnahkannya dari pikiranku, namun aku salah. Cara itu membuatku semakin sakit mencintainya. Kusadari aku semakin sering menangisinya…
seperti pagi ini…
aku menangis lagi…
dan menyisakan sembab.
Kau benar! Aku demam, sebab terlalu lelah untuk berlari dalam hujan. Berlari dalam pikiranku sendiri dengan sembab di pelupuk, kemudian terus berlari, menjauhinya. Menuju tepi langit dan kemudian menghilang dalam gelap. Kau tau? Ini cara yang salah, aku merasa sakit yang perlahan menusuk dalam nadiku. Lalu bagaimana aku bersikap?
February 19, 2011 at 5:14 am
wau masih sering nulis, bagus, bagus.
keep moving on
April 6, 2011 at 10:23 pm
masih ton, dan ttp bakal nulis terus…
blognya ton juga sering update..
sering” main kesini,