Posted by: wangi suryati | November 13, 2009

Hari ini untuk terakhir…

hourglass

“Apakah aku tengah memaknainya? seperti waktu memaknaiku… Atau sebaliknya… atau bahkan aku tengah mengejanya dalam sebuah waktu yang tak sanggup kuhitung. Entah berapa lama, Namun sesuatu mengingatkan memoar itu kembali, ketika aku berusaha untuk tak lagi menolehnya, ketika aku tengah berusaha mati-matian menguburnya bersama lukaku… apakah aku berdosa bila aku memaknainya? atau aku tak boleh memimpikan aroma tubuhnya ketika malam berubah menjadi semakin teduh. Apa yang terjadi denganku, aku bahkan tak mengerti karena di tiap kali aku berusaha untuk mengertikan ini, rasanya semakin penat.

Apakah malam hanya berpihak di satu sisi padaku atau tidak sama sekali? dan apakah gerimis yang jatuh diatas amarahku hanya sebuah pertanda? bila aku tengah menyesal tak mengatakan apapun padanya. Bicara…. Bahkan tersenyum…

Kenangan tentangnya menjadikan aku seperti butiran salju, dingin… dan semakin lama semakin membatu… dan bila hangat, mencair, merembes ke titi kayu yang berdiri sepi. Tak ada makna, tak ada kelu. Seakan segala yang merembes hanya seperti menyilet-nyilet persendianku, hingga mengaduh karena sakit, dan perlahan naik merembes menuju ubun-ubun. Ketika saat-saat seperti ini, mungkinkah dia tau, bagaimana sakitku tentang kenangannya.

Mungkin aku tak perlu bertanya apapun padanya, karena tiap kali aku bertanya, yang ada hanya bisu, tanpa ada sepatahpun makna yang keluar dari mulutnya, begitupula aku. Tatapannya menjadikan aku bisu, dan yang paling membuatku tak mengerti, entah kenapa dibalik dadaku yang menyembul, selalu saja aku merasa debar yang sama, hingga kini, ketika dia kembali setelah sekian lama tak memberiku sebuah akhir…..

Mungkin aku masih mencintainya, karena walaupun aku telah bersama orang lain, aku masih berharap, dia memaknaiku dan mengecupku kembali, sama seperti dua tahun yang lalu…

”Benar katanya, aku tak mungkin berhenti memikirkannya, karena aku tak benar-benar melupakannya…. karena akku masih mencintainya”


Leave a response

Your response:

Categories