
***
Kata orang, hidup bagaikan sebuah roda, berputar, dan kita tak pernah tau kapan kita berada di deretan teratas, dan kapan kita berada di deretan terbawah. Namun bagi seorang kakek berusia senja, hidupnya bukan hanya bagaikan sebuah roda, tapi hidupnya bergantung dengan bagaimana roda yang beliau kayung menelusuri jalan setapak dan membelah teriknya sang surya. Orang-orang sering menyebutnya kak Man, karena dia merupakan anak ketiga, dan dalam bali, menyebut anak ketiga dengan sebutan Nyoman.
Di usianya yang senja, semangatnya untuk terus menghidupi keluarga, telah mengukir urat-urat di sepanjang betisnya, dan menandakan begitu getirnya kehidupannya. Dia tak memiliki seorang anakpun, namun itu tak menjadi pematah semangatnya untuk terus mengayuh sepeda tuanya.
Mungkin itulah sebuah kehidupan, abstrak, namun dibalik itu, kita mempelajari sesuatu yang tak pernah dimengerti. Usia… boleh saja senja, namun semangat harus tetap berkobar, memenuhi celah-celah sempit yang tak terjangkau oleh nalurimu. Kak Man salah satunya, ketika banyak orang, berusaha untuk kematiannya, liatlah sosok kak Man, tetap bertahan untuk hidupnya, menatap senja, dengan semangat dan cinta…
“Terkisah dengan sendiri, ketika bangun tidur, dan menemukan potongan mozaik tentang seorang kakek tua-WAN/GI,Desember 15.2008-”





Posted by easy on January 4, 2009 at 4:56 am
membuatku malu dengan semangat dan jiwa muda tapi belum mampu berbuat banyak…
Posted by wangi on January 7, 2009 at 7:54 am
to :easy
jangan pernah malu, dengan apa yang kau lakukan, tapi bangunlah semangat itu dalam dirimu, mulai sejak hari ini. agar tak pernah lagi ada kata malu, dan menyesal.
ok
Posted by Narayana on January 9, 2009 at 11:06 am
Malu dan menyerah bukan pilihan hidup yang temapt, berani mengambil resiko berarti akan menjadikan hidup kita lebih baik, di dunia ini hanya ada 2 pilihan, 2 pilihan tersebut tidak ada yang salah dan benar semuanya adalah suatu jalan Hidup …
Ingat … Remember …
Selalulah melihat ke depan karena di depan adalah harapan, jangan melihat ke belakang karena adalah suatu kenangan yang tidak akan terjadi lagi, tetapi jangan selalu melihat ke atas karena di bawah akan menjadi tumpuan hidupmu …
Posted by wangi on January 10, 2009 at 7:50 am
-Narayana-
duh sweet banget deh.. yah… ketika seseorang kalut, pasti ada saja rasa untuk menyerah,jadi manusiawilah kalau seseorang punya rasa menyerah. hanya saja menyerah jangan jadi 1 alasan untuk tidak melanjutkan hari esok. ketika kita sedang kalut, jangan lupa untuk berbicara sesuatu tentang kekalutan itu, sehingga menyerah adalah awal dari semangat baru untuk hari esok.
seSEVEN?
Posted by Eka on January 19, 2009 at 8:54 am
hidup nyantai aja lagee..
toh dunia masih tetep berputar walaupun ada atau tidak ada kita
ga usah ribet-rebet ntar cpt stress
Posted by tika on January 21, 2009 at 1:59 am
terkadang kenyataan dan harapan sangat jauh berbeda
dqa hanya bisa disatu kan dengan sikap optimis
semangat untuk tidak menyerah terhadap kenyataan dan optimis dengan harapan-harapan kita
Posted by abah on July 1, 2009 at 8:41 pm
selagi ada nafas tetap semangat, dan buang jauh jauh rasa tak PD dan rasa takut , ada pepatah mengatakan.
Hidup adalah TUJUAN
CINTA adalah HARAPAN
antara TUJUAN dan HARAPAN membutuhkan PENGORBANAN…betul tidak ciiii
Posted by agus ht on November 9, 2009 at 9:20 am
ehm…..ok