“Mungkin suatu hari nanti, aku melihatmu menjadi eksekutif muda, bukan tukang semir sepatu lagi…”

***
aku memahami sesuatu, ketika aku bertemu dengan seorang bocah, yang melantunkan senandung lara dalam pilunya kehidupannya, Dia seorang bocah yang berperawakan kumuh, dengan sendal jepit kebesaran yang tegopoh-gopoh memangku box kayu besar, dan di dalamnya terdapat peralatan untuk menyemir sepatu. aku mendekatkan diriku pada bocah itu, dan beberapa saat aku mengobrol dengannya. aku tau sesuatu, namanya Asep dan usianya sekitar 7 tahun. dan dia sangat ingin menjadi eksekutif muda di sebuah perusahaan. asep memiliki seorang adik perempuan berumur 4 tahun, sedangkan kedua orangtuanya telah lama meninggal karena kecelakaan. kini asep harus menopang kebutuhan adiknya, bocah 7 tahun yang harusnya bersekolah kini harus berkeliling kota denpasar untuk menyemir sepatu. namun semangatnya membuatku selalu ingin berada di tempat itu, dimana dia tersenyum lebar sambil mengelap sepatu pelanggannya hingga deretan giginya terpantul jelas, di sepatu pelanggannya. hari ini, aku bahkan tak temukan lagi senyum itu, semangat itu kini hilang, yang tersisa hanya sebuah pengharapan kosong, bahwa asep akan kembali, menemaniku duduk si bangku panjang ini. beberapa hari yang lalu, aku mengetahui dari seseorang, bahwa akep dan adiknya telah diadopsi oleh seorang keluarga dari batam. Aku belum sempat memberikannya toples harapan , yang aku janjikan padanya. kini aku kembali sendiri… menatap birunya sang angkasa, dan kejamnya sebuah hidup.




Posted by wiwik on December 26, 2008 at 7:44 am
hu…..hu……ya aku cepet nangis kalau liat peristiwa kayak gitu, apalagi anak kecil!!!! ceritamu bikin mataku berkaca-kaca, tapi syukurlah dia sudah ada yang adopsi. semoga si asep hidup lebih baik dan bisa bermain selayaknya anak seumuran dia.amiiiiiiiiiiiin…..
Posted by winata on December 26, 2008 at 1:29 pm
asep..asep…
kasian banget dirimu..
disuruh nyemir sepatu lagi..huahuahua..
ni sepatuku semir sep..
asep kumasep..
tapi tampangnya polos juga..
semangat ya sep..
moga2 hari ini banyak borongan sepatu..
Posted by http://e-twinkle.blog.friendster.com/ on January 3, 2009 at 1:41 am
gila cing, lu mmg bener2 berbakat bersilat lidah alias ngumbar kata2 ga salah lu pengen jadi penulis. yah bisa ku akui dari beberapa tulisanmu emang mantep bgt. terus ja latihan yow girls… (membuktikan bahwa cuma tukang semir ja bikin wiwik nangis hehe…)
Posted by wangi on January 7, 2009 at 8:00 am
-wiwik-
iya… syukurlah dia bisa hidup dengan layak, tapi sedikit sedih dengan semuanya
-winata-
ya… dia tak lagi menjadi tukang semir.
-etwinkel-
trimakasi sis’t