Posted by: wangi suryati | November 5, 2008

si loper tadi siang

penjualkoran

tadi siang aku bertemu dengan seorang loper koran di perempatan matahari… Dia bukan pujangga, dia juga bukan orang terkenal, pejabat, ataupun konglomerat, yang dapat membuat seseorang terkagum padanya.  Namun dia telah mencuri hatiku, untuk mengaguminya, sesuatu yang membuatku kagum adalah caranya menikmati dunia, panas bukan alasan untuknya tak lagi mencari sesuap nasi. Seterik apapun dia tetap tersenyum hangat menyapa tiap kendaraan yang lalu lalang di hadapannya.

sangat berbeda, ketika kemarin seseorang datang padaku, dan menceritakan keluhnya padaku… Menceritakan semua yang membuat dirinya tak mencintai hidupnya. Aku menangkap dua dunia yang sangat berbeda. Yang satu, si penjual koran yang tetap tersenyum walaupun matahari membakar kulitnya, dan yang satu, dia yang mendatangiku dan berkeluh padaku. Perbedaan itulah yang membuatku menyadari, tiap orang punya cara mereka  untuk memaknai sebuah kehidupan. tak peduli dia seorang loper koran, ataupun seorang president sekalipun. yang terpenting adalah kita hidup di dunia untuk apa?


Responses

  1. aku rasa aku tau siapa yg kau bicarakan.
    benar, bahwa diri kitalah yg menentukan makna apa yg akan dipilih untuk hidup kita.

  2. arti hidup terkadang hanya lah sebuah rasa untuk dihargai dan bahagia…
    apapun atau siapa pun kita jika tidak dihargai dan bahagia dengan apa yang kita lakukan maka semua nya hanya hampa

  3. yeah… bud, kau tau siapa yang ku ceritakan. Jangan kau menjadi jiwa yang rapuh sepertinya… karna itu yang akan menjadikan kita lelah untuk hidup

  4. keren ni,
    aku kutip y

  5. jangan jiplak2 dong bang, hukumnya api neraka…
    Em… belum famous aja udah ada yang jiplak


Leave a response

Your response:

Categories