Posted by: wangi suryati | November 27, 2009

Percabangan pada bahasa pemrograman C++

Apa itu Percabangan?

Percabangan merupakan salah satu dari struktur kendali, dalam hal ini percabangan memungkinkan kita menentukan syarat untuk program kita berjalan sesuai dengan kebutuhan. Percabangan merupakan suatu kondisi yang mengharuskan kita mengambil sebuh jalan atau bisa juga dikatakan parcabangan adalah sebuah kondisi yang memungkinkan mengambil jalan lain.

Read More…

Posted by: wangi suryati | November 27, 2009

Struktur Perulangan Pada Bahasa Pemrograman C++

PERULANGAN / LOOP

Struktur Perulangan digunakan untuk mengulang sekumpulan perintah sesuai dengan kondisi yang diberikan. Proses perulangan biasanya digunakan untuk mengulang proses pemasukan data, mengulang proses perhitungan dan mengulang untuk proses penampilan hasil pengolahan data, dengan jumlah tertentu jika sebuah kondisi belum terpenuhi. Read More…

Posted by: wangi suryati | November 18, 2009

kembali ke masalalu…

“Apakah aku tengah memaknainya? Atau sebaliknya… atau bahkan aku tengah mengejanya dalam sebuah waktu yang tak sanggup kuhitung. Entah berapa lama, Namun sesuatu mengingatkan memoar itu kembali, ketika aku berusaha untuk tak lagi menolehnya, ketika aku tengah berusaha mati-matian menguburnya bersama lukaku… apakah aku berdosa bila aku memaknainya? atau aku tak boleh memimpikan aroma tubuhnya ketika malam berubah menjadi semakin teduh. Apa yang terjadi denganku, aku bahkan tak mengerti karena di tiap kali aku berusaha untuk mengertikan ini, rasanya semakin penat.

Apakah malam hanya berpihak di satu sisi padaku atau tidak sama sekali? dan apakah gerimis yang jatuh diatas amarahku hanya sebuah pertanda? bila aku tengah menyesal tak mengatakan apapun padanya. Bicara…. Bahkan tersenyum…

 

Kenangan tentangnya menjadikan aku seperti butiran salju, dingin… dan semakin lama semakin membatu… dan bila hangat, mencair, merembes ke titi kayu yang berdiri sepi. Tak ada makna, tak ada kelu. Seakan segala yang merembes hanya seperti menyilet-nyilet persendianku, hingga mengaduh karena sakit, dan perlahan naik merembes menuju ubun-ubun. Ketika saat-saat seperti ini, mungkinkah dia tau, bagaimana sakitku tentang kenangannya.

Mungkin aku tak perlu bertanya apapun padanya, karena tiap kali aku bertanya, yang ada hanya bisu, tanpa ada sepatahpun makna yang keluar dari mulutnya, begitupula aku. Tatapannya menjadikan aku bisu, dan yang paling membuatku tak mengerti, entah kenapa dibalik dadaku yang menyembul, selalu saja aku merasa debar yang sama, hingga kini, ketika dia kembali setelah sekian lama tak memberiku sebuah akhir…..

 

Mungkin aku masih mencintainya, karena walaupun aku telah bersama orang lain, aku masih berharap, dia memaknaiku dan mengecupku kembali, sama seperti dua tahun yang lalu…

 

”Benar katanya, aku tak mungkin berhenti memikirkannya, karena aku tak benar-benar melupakannya…. karena akku masih mencintainya”

Posted by: wangi suryati | November 13, 2009

Hari ini untuk terakhir…

hourglass

“Apakah aku tengah memaknainya? seperti waktu memaknaiku… Read More…

Posted by: wangi suryati | October 15, 2009

“Jejak”

rainbow_elam_2

“Jejak menapaki dan terlelap menuju ruangku…F” Read More…

Posted by: wangi suryati | October 9, 2009

“Pertemuan”

It__s_all_green_by_ennil

“Bila Saja Hati adalah riak-riak cahaya yang melankolis, biarkan saja

dia mengambil hatiku dengan utuh…

biar gelap sekalipun…

Biar malam menelan tanpa suara”10′09

Posted by: wangi suryati | January 8, 2009

Next Post

kupu

Ditempat ini, aku menatap lembayung yang melukiskan segala gundah yang tersimpan.  Kuakui, hati ini terasa sangat sakit dengan semua yang terjadi. Aku hanya bisa menangis, memenuhi cawan kekecewaanku. Entahlah… aku tak tau, mungkinkah hatiku akan baik-baik saja….  kini aku mematung di sini, dan mengumpulkan mozaik-mozaikku yang rapuh oleh sang badai.

Posted by: wangi suryati | January 3, 2009


kakek3

***

Kata orang, hidup bagaikan sebuah roda, berputar, dan kita tak pernah tau kapan kita berada di deretan teratas, dan kapan kita berada di deretan terbawah. Namun bagi seorang kakek berusia senja, hidupnya bukan hanya bagaikan sebuah roda, tapi hidupnya bergantung dengan bagaimana roda yang beliau kayung menelusuri jalan setapak dan membelah teriknya sang surya. Orang-orang sering menyebutnya kak Man, karena dia merupakan anak ketiga, dan dalam bali, menyebut anak ketiga dengan sebutan Nyoman.

Di usianya yang senja, semangatnya untuk terus menghidupi keluarga, telah mengukir urat-urat di sepanjang betisnya, dan menandakan begitu getirnya kehidupannya. Dia tak memiliki seorang anakpun, namun itu tak menjadi pematah semangatnya untuk terus mengayuh sepeda tuanya.

Mungkin itulah sebuah kehidupan, abstrak, namun dibalik itu, kita mempelajari sesuatu yang tak pernah dimengerti. Usia… boleh saja senja, namun semangat harus tetap berkobar, memenuhi celah-celah sempit yang tak terjangkau oleh nalurimu. Kak Man salah satunya, ketika banyak orang, berusaha untuk kematiannya, liatlah sosok kak Man, tetap bertahan untuk hidupnya, menatap senja, dengan semangat dan cinta…

“Terkisah dengan sendiri, ketika bangun tidur, dan menemukan potongan mozaik tentang seorang kakek tua-WAN/GI,Desember 15.2008-”

Posted by: wangi suryati | December 24, 2008

Segores pena untuk asep

“Mungkin suatu hari nanti, aku melihatmu menjadi eksekutif muda, bukan tukang semir sepatu lagi…”

semir

***

aku memahami sesuatu, ketika aku bertemu dengan seorang  bocah, yang melantunkan senandung lara dalam pilunya kehidupannya, Dia seorang bocah  yang berperawakan kumuh, dengan sendal jepit kebesaran yang tegopoh-gopoh memangku box  kayu besar, dan di dalamnya terdapat peralatan untuk menyemir sepatu. aku mendekatkan diriku pada bocah itu, dan beberapa saat aku mengobrol dengannya. aku tau sesuatu, namanya Asep dan usianya sekitar 7 tahun. dan dia sangat ingin menjadi eksekutif muda di sebuah perusahaan. asep memiliki seorang adik perempuan berumur 4 tahun, sedangkan kedua orangtuanya telah lama meninggal karena kecelakaan. kini asep harus menopang kebutuhan adiknya, bocah 7 tahun yang harusnya bersekolah kini harus berkeliling kota denpasar untuk menyemir sepatu. namun semangatnya membuatku selalu ingin berada di tempat itu, dimana dia tersenyum lebar sambil mengelap sepatu pelanggannya hingga deretan giginya terpantul jelas, di sepatu pelanggannya.
hari ini, aku bahkan tak temukan lagi senyum itu, semangat itu kini hilang, yang tersisa hanya sebuah pengharapan kosong, bahwa asep akan kembali, menemaniku duduk si bangku panjang ini.
beberapa hari yang lalu, aku mengetahui dari seseorang, bahwa akep dan adiknya telah diadopsi oleh seorang keluarga dari batam. Aku belum sempat memberikannya toples harapan , yang aku janjikan padanya. kini aku kembali sendiri… menatap birunya sang angkasa, dan kejamnya sebuah hidup.
Posted by: wangi suryati | December 12, 2008

Sepenggal cerita tentang dia

dscn33351 dscn3341 dscn3334

akhirnya mom nikah juga…

Jangan lupain kita ya mom, kita pasti bakalan kangen banget sama ocehannya mom, kita pasti bakalan kangen waktu dipergoin telat, waktu ditauin mau ngabur dari jam pelajaran. Waktu mom marah-marah gag jelas tiap dimarahin kepsek, gara2 ulah kita, kita kangen waktu kita diajarin matematika tapi kita gag ngerti2. Kangen banget waktu mom marah besar, waktu kita ngerencanain suatu hal, yang kayaknya udah mengancam satu sekolahan. Huh… mom aku kangen banget, suasana waktu kita lagi siaran bareng, ekskul bareng… kira2 setelah mom nikah, bisa gag ya lagi…

aku bakalan sedih, kalo tiba2 kita gag bisa kaya dulu, sedih-bahagia waktu aq tau, diem2 mom ngamatin apa yang aq lakuin, sedih… waktu tau mom sakit dan mom bilang, hidup mom gag lama lagi.

sekarang mom pasti bahagia, kakak ketemu gede, sekarang udah ngajakin merid… aq ikut seneng…

Older Posts »

Categories