Surat ketiga tanpa nama…

Posted in Mozaik with tags , on March 18, 2012 by wangi suryati

Ketika aku mencoba menawarkan senja yang hangat padanya, dia ceritakan aku tentang fajar yang kehilangan matahari. Lalu aku akan membungkus tawaran itu kemudian membuangnya jauh-jauh. Seperti apa yang pernah aku katakan, mungkin tepatnya ‘berusaha aku katakan.’ Aku hanya sebagian dari apa yang mereka pikirkan, mungkin aku ini semu. Sebab tak seorangpun benar-benar memilikiku dengan utuh. Aku bukan untuk mereka miliki. Aku hanya bagian dari cerita orang-orang, tentang sebuah harapan. Yang kemudian menghilang oleh ego orang-orang. Dan sebagian dari mereka menganggapku membingungkan, aneh dan mengerikan, namun sebagian dari mereka pula memujaku, mencintaiku dan bahagia denganku. Lebih tepatnya bukan bahagia, hanya saja mereka tertawa lepas ketika aku ada bersamanya.
Dan hari ini, aku kembali menjadi begitu membingungkan, sebab ketika aku mencoba menawarkan senja yang hangat untuk kesekian kalinya, aku mendapati cerita tentang fajar yang kehilangan mataharinya mengalir begitu saja dari bibirnya. Kukira ini yang terakhir kalinya aku mencoba menawar senja yang hangat, sebab tumpukan kelelahan telah ciutkan harapanku untuk kembali membujuknya. Senyatanya sekat-sekat itu begitu terjal, hingga rindu menjelma usang.
“Aku hanya berusaha menawarkan senja yang hangat padanya, namun ternyata yang kudapati adalah cerita tentang fajar yang kehilangan matahari.”

Cerita ketika senja…
(Denpasar, Wangi, 2012 )

Cinta rasa coklat

Posted in sebuah Cerita on July 24, 2011 by wangi suryati

Akhirnya gue ngabisin semester ini dengan banyak rasa. Coklat untuk rasa cinta gue, yang sebenernya manis, tapi tanpa lo sadar ada kecapan pahit di ujung lidah. Lebih tepatnya rasa manis-pahit itu karna gue ga mampu bertahan sama kisah cinta romeo and juliet gue. Kedengerannya emang menyedihkan, karna sebenernya gue ngabisin waktu berjam-jam buat nangis di kamar bikin berat bantal bertambah separuh dari berat aslinya. Gue ditolak, um… oh bukan, tepatnya gue mengundurkan diri buat suka sama romeo gue, alasannya cukup jelas, menurut gue setahun ga ada jawaban cukup meyakinkan kalo sebenernya cinta gue itu cuma buang-buang energi aja. Alasan kedua, gue ga yakin klo akhirnya dia nerima gue, dia bisa hidup sama gue. Alasan selanjutnya, gue ketemu seseorang, dan dia orang pertama yang bisa bikin gue nyaman. Gue rasa cukup alasan buat gue berhenti suka sama cowok cerita romeo juliet gue. Walopun sebenernya itu ga mudah. Satu alasan lagi yang bikin hati gue makin mantap buat iklas ngerelain dia, rasa suka gue sama dia diem-diem ngebikin satu-satunya tmen yang selalu nemenin gue klo lagi nangisin cowok cerita romeo juliet, sakit. Dan selama apa gue suka sama cowok cerita romeo juliet, selama itu dia sakit. Gue sadar, cinta itu kejam, siapa yang kuat dia yang bertahan…

bersambung…

Coming Soon

Posted in 1, Review novel on April 8, 2011 by wangi suryati

COMING SOON..!!!

Judul:
Ini Puisi Programmer

Genre:
Antologi Puisi

ISBN (Index Serial Book Number):
978-602-98965-1-0

Penulis:
- Alfonso De Caprio
- Dewi Yanti
- Gayung Patah
- Ipunk Vizard
- Niswa Ma’rifah Djupri
- Putri Mariani
- Roni Si Otong

Pengantar:
Moch Satrio Welang

Ukuran:
13,5 cm X 13,5 cm

Tebal:
xiv + 132 halaman

Tata Bahasa:
Gayung Patah

Sunting:
Niswa Ma’rifah Djupri

Tata Letak:
Niswa Ma’rifah Djupri

Desain Sampul:
Ipunk Vizard

Terbit:
2 Mei 2011

Harga:
Rp 32.000,-

Diterbitkan oleh:
Niswaka Publisher

Hakikat puisi sebagai salah satu upaya memperhalus budi kiranya tidak terlalu mengada–ngada. Menulis puisi memerlukan perenungan mendalam akan sebuah kejadian, menyarikannya, kemudian menuliskan setelah tentu ada proses editing yang mumpuni dari para penulis tersebut. Saat ini menulis puisi mungkin masih menjadi momok seram bagi sebagian kalangan masyarakat. Bahwa menulis puisi hanya mampu dilakukan oleh para sastrawan yang sudah punya kemapanan luar biasa.

Impian agar masyarakat umum juga memiliki kesempatan untuk meluangkan waktu menulis karya sastra sesungguhnya adalah impian beberapa tokoh sastra, salah satunya Umbu Landu Paranggi, seorang penjaga gawang kesusastraan di Bali yang telah banyak melahirkan begitu banyak nama-nama besar di skala nasional maupun international.

Bapak Umbu Landu Paranggi yang saat ini dalam tiga dekade ini menjaga denyut sastra puisi di koran Bali Post ini sangat memimpikan bahwa setiap orang dapat menulis sastra, bahwa tidak harus menjadi penyair untuk dapat menulis puisi. Bahwa ibu–ibu di dapur, para tukang asongan, penjaga sekolah, hansip bank swasta maupun para penjaga billiard, atau siapa saja mampu fasih menulis puisi, dan menjadikan sastra sebagai ruang kreatif. Sekali lagi dalam proses memperhalus budi dan kepekaan. Impian bahwa menulis karya sastra adalah memasyarakat. Impian bahwa menulis puisi tidak perlu pergi ke bulan. Sehingga puisi mampu memberikan begitu banyak manfaat akan nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan. Karena pada hakekatnya puisi memberi nilai–nilai pengajaran yang dapat memberikan upaya pencerahan selain memiliki unsur keindahan.

Kumpulan puisi, ‘Ini Puisi Programmer’ ini mungkin bisa menjadi salah satu jawaban atas impian para pesastra tersebut dalam memasyarakatkan puisi. Bahwa para programmer juga mampu menulis sastra. Buku inilah buktinya. Sebuah upaya yang layak diapresiasi dan patut dibina dan diberi dukungan oleh beberapa instansi terkait, semisal Balai Bahasa. Buku Ini Puisi Programmer yang diterbitkan oleh Niswaka Publisher ini menampilkan karya–karya dengan kekayaan varian tema dalam kehidupan ini, baik tema sosial, percintaan, kematian dan lain-lain. Ketujuh jiwa yang terangkum dalam satu wadah ini serasa ingin saling menyediakan bahu untuk sama-sama menyuarakan bahwa jalur sastra yang mereka pilih tidaklah salah. Bahwa tidak berdosa jika seorang programmer menulis puisi kemudian mengumpulkannya dan menerbitkannya dalam sebuah buku puisi.

BIOGRAFI SINGKAT PARA PENULIS:

ALFONSO DE CAPRIO (Muhammad Nur Alfan Hamdani)
Seorang pemuda biasa yang menghabiskan hari-harinya bekerja dan kuliah. Lahir di Malang, 3 Maret 1987. Merantau ke Bali untuk mandiri. Dan sekarang masih seperti biasa, pagi bekerja dan malam kuliah. Melepas lelah dan penat dengan puisi untuk melampiaskan isi hati.
FB : Alfonso de Caprio
Email : alfanalfonso@yahoo.com

DEWI YANTI
Lahir di Magelang, 11 Agustus 1988. Ini adalah buku pertamanya. Dan saat ini masih menempuh pendidikan S1 di STIKOM Bali mengambil jurusan Sistem Komputer. Saat ini hanya fokus dengan skripsinya dan menekuni hobinya menulis puisi.
FB : facebook.com/dewiki
Email : dewi_sofyan90@yahoo.com

GAYUNG PATAH (Ni Made Wangi Suryati)
Lahir di Denpasar, 6 Mei 1991. Kini masih menempuh pendidikan S1 jurusan Sistem Komputer di STIKOM Bali. Lama berkecimpung di Lembaga Sosial Masyarakat membuatnya hobi menulis dan sudah ditekuni dari Sekolah Menengah Atas, dan beberapa karyanya telah terbit di beberapa media elektronik.
FB : Gayung Patah Paracute
Email : wangi.suryati@yahoo.com
Blog : gayungpatah.wordpress.com

IPUNK VIZARD (Syaiful Rahman)
Adalah seorang programmer. Lahir di Denpasar, 6 Januari 1992. Memulai karirnya dengan merilis sebuah software berbasis security yang bernama “Sven7 Antivirus” pada pertengahan 2010. Saat ini, masih menempuh pendidikan di STIKOM Bali pada jurusan Sistem Komputer.
FB : facebook.com/syaiful.rahman
Email : midnight_commander@yahoo.com
Blog : sven7av.wordpress.com

NISWA MA’RIFAH DJUPRI (Niswatul Ma’rifah)
Lahir di Jombang, 19 Oktober 1989. Beberapa karyanya pernah dimuat di beberapa media cetak. Pernah mengisi beberapa pelatihan kepenulisan. Menulis kumpulan cerpen secara indie berjudul “Sungkawa” bersama Putri Mariani (Januari 2010). Pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi majalah Madani, pengurus Forum Lingkar Pena (FLP) wilayah Bali, dan sekarang menjabat sebagai ketua FLP cabang Denpasar. Selain itu dia adalah pendiri dan pengasuh penerbit indie Niswaka Publisher.
FB : facebook.com/md.niswa
Email : md.niswa@yahoo.com

PUTRI MARIANI (Luh Putu Putri Mariani)
Adalah seorang penulis dan karyawan swasta. Lahir di Manikliyu, 6 Februari 1989. Kini (2011) masih menempuh pendidikan strata satu jurusan Sistem Komputer di STIKOM Bali dan bekerja sebagai Administrasi di konsultan kontraktor. Buku indie pertama yaitu kumpulan cerpen yang ditulis bersama Niswa Ma’rifah Djupri, berjudul “Sungkawa”, terbit pada Januari 2010.
FB : Putri Mariani
Email : yulhi_putri@yahoo.co.id

RONI SI OTONG (Muhammad Suhroni)
Adalah seorang pemuda multi talenta. Kemampuannya menulis, membuat program, dan memasak sudah tidak diragukan lagi. Dia juga seorang owner dari sebuah perusahaan travel kecil yang ada di Bali. Lahir di Jakarta, 5 Mei 1990. Saat ini (2011) masih kuliah S1 jurusan Sistem Komputer.
FB : Otong Si GatotKoco
Email : roni_otong@ymail.com

sepotong cerita es krim coklat

Posted in sebuah Cerita on April 6, 2011 by wangi suryati


“Sebenernya cerita ini bukan fiksi belaka, tapi juga bukan sepenuhnya cerita beneran. Mungkin ini bisa dibilang efek dari salah satu daya hayal gue yang melebihi porsi, sampe” waktu gue ketemu cow dan suka, gue kadang agak berlebihan, sampe-sampe gue buat kesan kaya di nopel-nopel walopun sebenernya engga mirip sama sekali. ok lo baca aja. klo lo penasaran sama es krim coklat gue, lo bisa hubungi rumah sakit terdekat”

Mungkin kedengerannya ini agak gila, ato ini emang salah satu efek dari menggilai dia beberapa bulan belakangan. Sampe-sampe gw kepikiran buat bikin APDSK (Asosiasi Penggila Dia Seantero Kampus). Karna saking enegnya kakak gw tercinta dan termanis seantero jagad (agak maksa nyebutnya) ngedengerin cerita-cerita tentang dia, dari mule dia minum terus ngelirik ke arah gw, yang bikin gue dug dug seeeeeeeeer melayang ke langit ke tujuh. Ato dari dia nyapa gw di tangga kampus yang mempertontonin gigi kudanya yang manis kaya coklat (gw sih ga pernah nyicipin, cuma ngira” doang) sampe hal ga penting, kaya dia nyapa gw di chat, trus gw nari nari kesetanan sampe nubruk apa aja yang ada di depan gw, mungkin klo gw mlihara banteng, gw sruduk-srudukan ama tu banteng karna saking senengnya. Saking Menggilainya, gw ga pernah absen tiap online mampir ke wallnya dia. Liat-liat trus pergi deh. Kakak gw sampe berniat buat mriksain kegilaan gw ke dokter kandungan toeeeng… tooeeng… (gw bingung yang gila gw ato kakak gw). Tapi yang pasti kakak gw ga pernah bosen dengerin kegilaan gw yang menggilai orang gila (upppsss salah) menggilai Dia. Gw nyebut dia es krim coklat, bukan karna tiap kali liat mukanya gw keinget es krim, ato mukaknya kaya es krim. Tapi gw punya filosofi kenapa gw manggil dy es krim coklat. gw dari kecil suka es krim, gw suka makan es krim apa aja, dan gw paling doyan makan es krim gratisan. apalagi es krim yang gw rebut dari tangan kk gw, rasanya nikmat boii. kaya lo dapet emas batangan delapan ember dari ketidaksengajaan lo jongkok di empang sebelah ruma gw triiing… triiiing…. lanjut ke es krim coklat!
kesukaan gw sama es krim masih stadium normal-normal ajj, karna gw sadar sepenuh hati dari lubuk yang terdalam. klo kebanyakan es krim bikin gw mencret-mencret, trus amandel gw bisa” bengkak, apalagi klo keseringan gw bisa jatuh miskin. kalo gw jatuh miskin, bisa-bisa pak presiden kita makis stress mikirin semakin banyaknya warga negara yang jadi miskin. Apalagi klo kaya kasus gw, miskin gara-gara beli es krim (ga seksi banget). klo bahasa kerennya, gw mengelompokkan rasa jadi beberapa bagian. Yang pertama MANIS, klo gw lagi pengen sesuatu yang manis, gw makan aj yang rasa vanila. Es krim vanila punya rasa yang manis, dari awal gw masukin ke mulut gw sampe beberapa menit setelah tu es krim habis. saking manisnya, es krim vanila bisa bikin perasaan gw jadi lebih relek. Yang kedua MANIS PAIT, klo gw pengen yang ga biasa, ada manis dan paitnya, gw makan aj yang rasa coklat. walopun sebenernya rasa manis di es krim coklat lebih mendominan, tapi diem-diem gw selalu ngerasa rasa pait di pangkal lidah gw. Nah yang ketiga ASEM, klo gw pengen ada rasa asemnya, gw makan aja yang rasa stroberi sambil nyengir nyiumin ketek gw sendiri.
jadi sebenernya intinya gw nyebut dia es krim coklat karna gue bisa ngerasain sesuatu yang manis dan juga sesuatu pahit dari rasa suka gw sama dia. saking ediotnya, tiap kali gw kangen sama dia, gue bukannya sms dia, tapi gw malah beli es krim coklat. Alhasil kayaknya gw makin gembul (walopun sebenernya keliatan makin seksi). Gw suka rasa apa aja, gue suka vanila, gue suka stroberi. tapi gw lebih suka yang coklat.

Cerita tentang aku, tentang kau, tentang kita

Posted in sebuah Cerita on February 2, 2011 by wangi suryati

Pagi masih mendung,
Arak-arakan awan hitam seolah berpesta menyambut pagi, pagi yang selalu punya cerita tentang aku, tentang kau, tentang kita, yang menunggu dan tak bersua. Sebab satu alasan, yakni sebuah rasa yang tak bisa dijelaskan. Aku masih terbaring dalam ranjang tak bertuan ini, mengumpulkan potongan-potongan mimpiku semalam. Bertanya-tanya, betulkah wajah itu, laki-laki langit senja yang sejak dulu kukurung dalam pikiranku. Laki-laki langit senja yang hingga kini membisu, tanpa memberiku alasan. Kukira berlari darinya adalah cara untukku memusnahkannya dari pikiranku, namun aku salah. Cara itu membuatku semakin sakit mencintainya. Kusadari aku semakin sering menangisinya…
seperti pagi ini…
aku menangis lagi…
dan menyisakan sembab.
Kau benar! Aku demam, sebab terlalu lelah untuk berlari dalam hujan. Berlari dalam pikiranku sendiri dengan sembab di pelupuk, kemudian terus berlari, menjauhinya. Menuju tepi langit dan kemudian menghilang dalam gelap. Kau tau? Ini cara yang salah, aku merasa sakit yang perlahan menusuk dalam nadiku. Lalu bagaimana aku bersikap?

ketika kuncup kata memuai lelah

Posted in sebuah Cerita on January 20, 2011 by wangi suryati

aku hanya belum bisa melipat jarak,
yang membentengi keakuanku…
hanya saja di tiap kali aku mulai memaknai hadirmu…
aku terus saja berperang dalam pikiranku,
terus berperang, sebab diam itu tak bermakna apa-apa.
membelenggu ragu, senyatanya itu menyiksa,
memasungku semakin dalam dengan jarak antara aku dan kau…
kukira cinta dengan malu itu berkawan,
namun aku salah, cinta tak berkawan dengan malu…
sebab hadirmu mengalahkan malu itu…
sebab diammu mematahkan malu itu…
namun kini, aku lelah..
mencintaimu dalam diam yang memasungku menjadi tak bernyawa…
semoga saja lelah ini hanya sementara..
sementara aku menunggu potongan cerita milikmu untuku

kuharap kau mengerti, ini sebuah kata sederhana…
yang diam-diam kutuju untukmu

Sebab langit pagi itu seperti langi senja

Posted in sebuah Cerita on January 20, 2011 by wangi suryati

lihatlah!
langit pagi seperti langit senja,
menuturkan potongan-potongan ceritanya pada sang waktu
indah, namun melankolis…
seperti hadirnya dalam rindu-rindu yang tak tampak…
apakah ini adalah takdir?
yang mempertemukan kita dalam rima yang sama..
lalu kemudian aku jatuh cinta,
pada sosoknya yang sederhana…
menikmatinya dalam diamnya yang membelengguku…
sebab tak satupun mampu kucitrakan tentang dia…
lalu… apakah ini adalah takdir…?
sebab aku menyimpannya lama dalam kitab-kitabku…
menuliskannya dalam kata,
sebab tak terhitung berapa tangis untuknya…

aku mencintaimu…
hiduplah denganku!
ketika waktu menuakan kita, aku tetap sama
mencintaimu, seperti hari ini aku mencintaimu,
tak kurang atau lebih… dan tak peduli kau tak tampak tampan seperti hari ini.
aku hanya ingin menatap senja bersamamu,
menghirup aroma hujan di beranda sambil menceritakan tentang sebuah kisah
tentang kita..

lihatlah!
langit pagi seperti langit senja,
menuturkan tentang pias matamu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 48 other followers